Lirik Lagu, Sebuah Pilihan Kehidupan


Banyaknya lagu yang beredar di masyarakat memberikan beragam warna berbeda dalam menjalani keseharian kita. Berjuta kata yang mewakili perasaan akan memberikan sensasi dalam menikmati setiap kata yang terdengar. Ketika sedih, senang, bahagia, harapan, marah, kesal atau apapun kondisi yang sedang kita alami, dapat diwakili dalam sebuah lagu. Namun ada hal yang harus dicermati dalam lagu yang kita dengarkan. Pilihlah lagu tentu saja dengan lirik yang baik. Seperti yang kita ketahui bahwa musik memiliki keragaman yang sangat bervariasi. Musik yang tenang dan menenangkan akan membuat kita lebih berkonsentrasi. Sebalikny  musik yang berirama cepat akan membuat kita lebih bertenaga dan bersemangat. Selain irama musik yang mempengaruhi kita, ada juga musik yang memiliki lirik, itulah yang biasa kita kenal dengan lagu.
Lagu bermacam-macam iramanya seperti rock, jazz, reggae, blues, country dan lain sebagainya bergantung pada selera pendengar. Hal yang perlu diperhatikan adalah liriknya, bagaimana kata-kata dalam lirik itu dapat mempengaruhi manusia secara fisik dan psikis, fisik berarti tubuh nyata kita dan psikis berarti jiwa atau perasaan kita. Seperti yang ditulis oleh Andrew Newberg, M.D., dan Mark Robert Waldman dalam bukunya Words Can Change Your Brain yaitu “a single word has the power to influence the expression of genes that regulate physical and emotional stress” yang berarti sebuah kata memiliki kekuatan untuk menstimulus perilaku genetika yang mengatur stress secara fisik dan emosi. Penelitian yang dilakukan oleh Masaru Emoto bahwa air pun dapat merespon kata-kata yang ada di sekelilingnya baik secara langsung atau melalui lirik lagu. Walaupun dari satu sumber air yang sama, seperti contohnya air yang didekatkan pada musik yang berlirik baik akan berbeda dengan lirik yang tidak baik yang molekulnya dapat dilihat menggunakan mikroskop. Jangankan manusia, molekul air pun dapat terpengaruh oleh lirik atau kata-kata. Menurut salah satu hasil penelitiannya, air yang didekatkan dengan musik metal memiliki susunan molekul yang rusak. Hasil ini bukan dikarenakan musiknya tetapi lirik yang ada di dalam lagunya.
Kata-kata positif seperti “cinta”, “semangat”, “hebat”, “luar biasa” atau kata-kata positif lainnya dapat menstimulus manusia secara psikis agar melakukan hal yang positif. Begitu pula sebaliknya kata-kata yang berkesan negatif akan mempengaruhi kita secara negatif. Kata-kata yang terdengar atau terbaca akan diproses oleh otak kita dan akan disalurkan energinya sesuai isi atau muatannya. Tentu saja kata-kata baik yang bermuatan positif atau negatif akan mempengaruhi kondisi fisik kita. Kita pasti pernah mendengar seseorang yang dimarahi dengan kata-kata kasar akan merespon dengan gesture atau Bahasa tubuh yang geram walau tertahan sekalipun. Sebaliknya seseorang yang menerima pujian akan merespon dengan gesture tersipu, pupil mata membesar dan terkadang pipi memerah. Hal-hal seperti itu adalah ungkapan secara bawah sadar akan adanya proses secara psikis atau jiwa di dalam perasaan kita.

Banyak lagu yang beredar di masyarakat kita kurang atau bahkan tidak memperhatikan keindahan kata-kata. Sebagian lagu memuat lirik yang mengesankan galau, cinta yang tidak tepat, patah hati, sakit hati atau penderitaan hidup lainnya. Bayangkan lagu-lagu seperti itu didengar dan bahkan dinyanyikan secara berulang-ulang, lalu apa yang terjadi di dalam diri kita? Pasti hasil dari kata-kata yang diproses di dalam otak kita dan disalurkan keseluruh tubuh dan perilaku kita. Kita bisa ambil contoh dengan sedikit memperhatikan kehidupan para pelantun lagu yang berilirik negatif seperti yang telah disebutkan di atas. Tidak sedikit dari mereka yang tidak memiliki kehidupan dan keluarga yang baik. Beberapa contohnya pertengkaran dalam rumah tangga, perpisahan dengan pasangan hidup, perpisahan dengan anak-anak mereka hingga cerita dalam lagu mereka yang menjadi kenyataan di dalam kehidupan mereka. Tentu saja kita ingin kisah hidup kita selalu baik tidak seperti yang telah disebutkan di atas bukan? 

Kata bermakna sebagai doa, maka dari itu berkatalah yang baik-baik terlebih jika kata-kata yang dikeluarkan itu dibarengi dengan perasaan atau emosi yang sangat kuat. Itu sebabnya mengapa doa orang yang teraniaya sangat mungkin dikabulkan Tuhan, karena kekuatan emosi yang sangat kuat dari dalam hati. Kelilingi diri kita dengan lingkungan yang baik agar memiliki kata-kata yang baik. Kata-kata yang baik akan memberikan kita sugesti positif dan berpengaruh pada keadaan fisik bahkan masa depan. Mulai saat ini pilihlah lagu-lagu yang memiliki lirik positif untuk menstimulus diri kita agar menjadi pribadi yang baik dan masa depan diri dan keluarga yang baik, bagaimanapun jenis musiknya, genre-nya, musik modern atau tradisi dari daerah mana pun tetap diingat dan perhatikan liriknya. Hal ini sangat penting bagi pertumbuhan kita termasuk anak-anak kita terutama di usia golden ages (0-6 tahun), yaitu masa anak-anak menerima seluruh informasi baik maupun buruk, mengingat media massa memiliki kekuatan mempengaruhi masyarakat yang sangat besar. Maka dari itu pengaruhi lah diri kita dengan kuat untuk melakukan hal-hal dan kata-kata positif.

Artikel ini dimuat juga di Majalah cetak Kalawarta Edisi Desember 2015

Komentar

  1. keren banget kang :) mampir ke blog aku yach sansartsense.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar