Tugas Utama Bass (part. 2)

Pada artikel sebelumnya kita telah mempelajari ketukan dasar pada hitungan 1 dan 3 ditambah sedikit sinkopasi untuk menambah kekuatan ruh dari bass. Kali ini kita akan sama-sama mempelajari tugas utama bass yang lain yaitu dinamika. Dinamika di sini berarti kita akan mengetahui bagaimana bass akan bekerja membentuk irama dan mengiringi kenikmatan melodi-melodi yang dihasilkan dari instrument-instrumen lain seperti piano, keyboard, gitar, vocal dan bahkan elektrik bass! Wow elektrik bass diiringi bass? Memang bisa? Kita lihat saja nanti kalau sempat di episode ini kita bahas atau artikel selanjutnya, atau langsung saja datang ke kelas saya. ;)
Dinamika dalam musik bisa diartikan sebagai keras atau lembutnya ketukan atau ritmik. Dalam literatur musik klasik bisa dikategorikan ke dalam beberapa sebutan atau simbol yaitu.
p = Piano atau lembut
f = forte atau keras
bisa juga
mp = mezzo-piano atau agak lembut
mf = mezzo-forte atau agak keras
atau
pp = pianissimo atau sangat lembut
ff = fortissimo atau sangat keras

Bahkan tidak sedikit juga yang menggunakan dinamika secara ekstrim seperti ppp atau pppppp dan fff atau ffffff untuk kebutuhan dalam bermusik. Tujuan utamanya adalah kebutuhan untuk menyamakan persepsi dalam bermusik, disamping sebenarnya istilah-istilah itu hanya simbol dan bukan penunjang utama dalam kenikmatan bermusik.
Penjelasan di atas semoga dapat memberi masukan tentang dinamika dalam memainkan musik terutama bass agar dapat memainkannya dengan enak, nikmat dan bisa saja menyihir para pendengarnya untuk ikut berinteraksi dalam aktivitas musik.
Yang harus dilakukan adalah memetik bass agar bersuara, suara yang dihasilkan itulah yang harus sesuai agar dinamika terasa pass dan tidak terkesan asal-asalan. Caranya yaitu dengan memetik dari tarikan yang sangat lembut, jika dalam ketukan dapat juga dilakukan dengan tempo lambat. Selembut apakah? Anggap saja memetik selembut-lembutnya dengan analogi kita menyentuh mata dengan jari-jari kita. Wow! Semengerikan itukah? Ya, jika itu terasa berlebihan, cobalah dengan menyentuh air tenang dalam wadah dengan jari-jari anda agar air menghasilkan gelombang yang tenang sehingga tidak merusak struktur permukaan air. Sekali lagi ini hanya analogi saja, supaya mendapat hasil petikan pada bass yang sangat lembut, selembut sutera.



Belajar kelembutan dari air

Untuk sound atau rasa medium sound bass anda, kita mainkan atau petik senar bass anda dengan kekuatan lebih keras dari suara lembut tadi di atas. Petik-petiklah beberapa kali untuk mendapatkan rasa yang dihasilkan oleh tangan anda sendiri. Seberapa kuat? Anggap saja anda menyentuh atau menggaruk salah satu bagian tubuh anda yang gatal, tapi tidak terlalu keras, jangan sampai sakit apalagi luka, buatlah garukan itu agar rasa gatal di bagian tubuh anda nyaman. Itu analogi nya bukan berarti anda mencari nyamuk untuk menggigit dan digaruk J.
Nah sekarang yang ditunggu untuk para pemain musik ekspresif, permainan keras nan gahar yang merepresentasikan emosi jiwa seorang pemainnya. Tariklah senar bass anda dengan keras agar mendapat sound atau suara yang lebih kuat. Seberapa kuat? Sekali lagi analogi nih, coba saja tangan anda menekan bola tenis, tensi atau tekanan yang dihasilkan pada bass tidak jauh berbeda dengan itu.
Tips untuk berlatih yaitu memulai dari tensi atau tarikan paling lembut hingga paling keras. Sebenarnya dari tiga tahapan di atas diantaranya ada tahap lain yaitu agak keras sangat keras dan lain sebagainya. Cobalah untuk berlatih dengan ketukan konstan dan disesuaikan dengan lagu. Coba untuk beberapa kali di setiap tahapan dan selalu mulai dari petikan lembut.
Coba untuk mendengarkan musik yang sangat lembut seperti Kitaro atau smooth jazz untuk memberi inspirasi kelembutan yang konstan dan mendengarkan beragam karya hingga suara yang dihasilkan dari alam seperti angin, burung dan ombak untuk referensi suara yang bisa membawa pada suara alamiah dan suci J.

Nathan East si Bassis lembut

Komentar